Selesaikan Masalahmu dengan Istighfar

Oleh: Tatik Chusniati, Lc 2019-12-27

Maka aku katakan: mohon ampunlah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit untukmu, Dia akan memberikanmu banyak harta dan anak dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula didalamnya sungai-sungai, mengapa kamu tidak berharap kepada Allah. (QS. Nuh: 10-13)
Ayat inilah yang dijadikan dalil oleh Hasan al-Bashri seorang ulama tabiin ternama untuk menjawab berbagai keluhan yang diajukan oleh para tamunya. Al-kisah, ada tiga orang tamu berkunjung kepadanya untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka alami.
Tamu yang pertama mengeluhkan tentang musim paceklik yang berkepanjangan dan  hasil panennya yang sedikit. Lalu beliau menasehatinya, “Mintalah ampun (istighfarlah) kepada Allah agar musim paceklik itu segera berlalu.
Tamu yang kedua  bertanya, “Wahai ustadz, sudah lama saya ingin memiliki keturunan, namun Allah belum mengaruniai kami, apa yang bisa saya lakukan?” beliau menjawab, “Perbanyaklah istighfar agar kelak Allah memberimu keturunan.
Dan tamu yang terakhir  mengadukan tentang tanamannya yang tak cepat berbuah, lalu Beliau lagi-lagi mengatakan: “perbanyaklah stighfar, agar tanamanmu cepat berbuah.

Nasehat ini menyadarkan kita, betapa banyak masalah yang kita alami dalam kehidupan ini dapat terselesaikan dengan cara memperbanyak istighfar kepada Allah. Seringkali masalah menerpa kehidupan kita tanpa berujung, dan acapkali pula kita memohon bantuan kepada orang lain dan melupakan Allah yang Maha Kuasa. Bahkan tidak jarang kita justru berputus asa. Inilah yang tidak diperkenankan oleh Islam. Istighfar itulah solusinya.

Setiap manusia pasti melakukan dosa dan kesalahan; baik disengaja maupun tidak. Namun anehnya, seringkali banyak yang tidak merasa bersalah dan cenderung melupakannya, yang lebih parah lagi banyak yang meremehkan dosa. Padahal setiap kesalahan dan dosa adalah penyakit yang merusak kehidupan kita. Untuk itu ia harus diobati. Dan obatnya adalah ISTIGHFAR. Rasulullah sallallahu `alaihi wasallam bersabda:  “ Demi Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam sehari. (HR. Bukhari)

Orang-orang sholeh menjadikan istighfar sebagai kebutuhan sehari-hari. Sehingga Allah Swt memuji mereka dalam firman-Nya: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.(QS. Ali-`Imron 17).

Istiqhfar berasal dari kata dasar غفر yang  artinya menutup. Dalam pengertian bahasa Istighfar adalah memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan niat tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Hal ini dapat dilakukan baik dengan perkataan maupun perbuatan.

Istighfar merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan Allah Swt, karena dengannya Allah menghapus dosa dan kesalahan hambaNya. Rasulullah bersabda, "Allah telah berkata,'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya)." (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah juga pernah berujar, "Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Kitab Ihya'Ulumiddin: 1/410).

Istighfar juga mempunyai kedudukan yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan Allah memadukannya dengan iman ketika menjelaskan  tentang Orang– Orang Kafir di Mekkah:
"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata". (SQ.Al-Kahf 55)

Istighfar juga menjadi penyebab turunya kasih sayang Allah, Allah tidak akan mengazab orang yang minta ampun kepadanya. Allah berfirman : "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun"( Al Anfaal 23 ). Rasulullah Saw bersabda: "Barang Siapa yang melazimkan Istighfar setiap hari, niscaya Allah swt akan menjadikan setiap  kegundahan menjadi ketenangan, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Allah Swt akan memberikan rizki yang halal tanpa dia duga".( Riwayat Abu Daud, AnNasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim ).

Dalam Istighfar juga terdapat maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Seorang ulama salaf pernah berkata: "Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal baik seorang hamba bisa membawanya ke neraka. Lalu mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi ?. ketika seorang hamba berbuat dosa, ia menangis kala mengingatnya, lalu menyesal dan akhirnya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga. Namun sebaliknya ketika ia berbuat baik, kemudian ia riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka."

Tanda-tanda kebahagian adalah menjadikan perbuatan baik berada dibelakang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk matanya. Sebaliknya, tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik dipelupuk mata dan kejelekan dibelakang punggungnya. Alangkah beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan memperbaikinya serta melupakan aib orang lain.

Dari beberapa hadits di atas, nampak jelas bahwa Istighfar memiliki banyak sekali manfaat. Namun Istiqhfar bukanlah mantera yang sekali ucap lalu dapat melenyapkan segala permasalahan. Istiqhfar harus dilafadzkan dalam keadaan sadar atas segala kesalahan kita dan dilakukan secara istiqomah.

Maka, marilah kita perbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah)  dalam kehidupan kita, kita jadikan istighfar sebagai amalan rutin setiap hari  sehingga Allah subhanahu wata`ala melepaskan kita semua dari jerat-jerat dosa dan belenggu-belenggu mushibah. Dengan Istighfar kita bisa menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloaan Allah. 

أستغفرالله العظيم وأتوب إليه....... أستغفرالله العظيم وأتوب إليه......... أستغفرالله العظيم وأتوب إليه.........
أستغفرالله العظيم الذي لاإله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه.....

Share this post
Baca Juga: | Membangun Keseriusan | Syukur adalah Ruh Keimanan | Teknologi dan Kenyamanan Hidup